Apr 28

Menggunakan Busway Transjakarta
Untuk perjalanan dari rumah ke Dusit Mangga dua saya memanfaatkan sarana transportasi kebanggaan masyarakat Jakarta, Busway Transjakarta. Dari rumah saya naik bus umum menuju UKI (Universitas Kristen Indonesia) terlebih dahulu. Sebagian besar bus di jakarta lewat UKI, sehingga tempat ini sering digunakan orang untuk transit dari bus satu ke bus lain.

Courtesy of jakarta.go.id

Gbr. Salah satu Armada Busway Transjakarta (Tije)

Turun dari bus umum, saya langsung menuju Halte Busway UKI. Setelah membeli karcis seharga Rp. 3.500 saya duduk di dalam halte sambil menunggu bus transjakarta yang datang. Semenit kemudian bus transjakarta koridor VII jurusan kampung rambutan – kampung melayu pun datang. Saya pun masuk dengan beberapa orang penumpang yang juga menunggu bus ini. Hampir seluruh kursi bus terisi, namun masih ada beberapa tempat yang kosong.

Rencana saya adalah, naik dari Halte UKI lalu transit di Halte Kampung Melayu, ganti bus koridor V jurusan Kampung Melayu – Ancol, dan saya turun di Halte Pademangan (WTC Mangga dua), lalu jalan ke Dusit Mangga Dua.

Gbr. Peta Busway Transjakarta (Tije), Klik untuk memperbesar. Peta seperti ini cukup berguna bagi yang ingin keliling jakarta dengan busway tije

Perjalanan dari Halte UKI menuju Halte Kampung Melayu melewati beberapa halte, diantaranya Halte BNN (Badan Narkotika Nasional), Halte Cawang Otista, Halte Gelanggang Remaja, dan Halte Bidara Cina. Di Halte Kampung Melayu Saya langsung pindah ke koridor V. Halte ini cukup ramai, ketika itu saya juga sempat mengantri. Ketika bus koridor V datang, semua penumpang berebut naik, walhasil saya tidak kebagian tempat duduk. Saya sih tidak masalah, meskipun berdiri berdesak-desakan, tapi tetap nyaman. Disamping sejuk karena ber-AC juga aman, karena ada petugas di dalam bus tersebut.

Sesampainya di Halte Central Senen, banyak penumpang yang turun, mungkin banyak penumpang yang transit menuju Harmoni Central Busway, kandang bus transjakarta, dan yang paling penting saya pun bisa duduk :). Kurang lebih jam setengah tiga sore, saya sampai di Halte Pademangan (WTC Mangga Dua). Lalu saya jalan dari Halte Pademangan menuju Dusit kurang lebih 800 meter. Ffiuh… #:-S

Ketika pulang pun sama, saja kembali jalan dari Dusit Mangga Dua ke Halte Pademangan, dan menggunakan jalur busway yang sama, hanya ketika sampai Halte Central Senen saya turun dan pindah ke Koridor II (Harmoni – Pulogadung) dengan menyebrang lewat jembatan layang untuk ke Halte Senen. Saya berniat mampir ke tempat sepupu di Serdang, Kemayoran. Ternyata antrian disini lebih panjang dari ketika saya berada di Halte Kampung Melayu sewaktu berangkat, wajar saja saat itu adalah jam pulang kerja. Mungkin hampir 15 menitan saya ngantri berdiri :(. Dari Halte Senen, saya turun di Halte Rumah Sakit Islam, tepat 1 halte sebelum Halte Cempaka Mas. Dan saya pun jalan (lagi) untuk menuju ke rumah sepupu saya.

Busway Transjakarta Menurut Saya
Sebagai pengguna sarana transportasi umum seperti saya, tentu kehadiran Busway Transjakarta yang diadopsi dari Bogota, Columbia ini sangat membantu. Dimana biasanya kita naik bus umum ataupun metromini yang tidak nyaman, rawan kejahatan, dan ditambah macet dimana-mana kini kita bisa menikmati sarana transportasi umum yang nyaman (ber-AC), murah, aman, dan bebas kemacetan.

Berikut ini keunggulan Busway Transjakarta dibandingkan dengan sarana transportasi lain (versi saya):

  1. Nyaman, Bus ini ber-AC sehingga suasana gerah angkutan umum tidak terasa disini. Layout tempat duduk penumpang yang berhadap-hadapan dan menghadap ke samping juga menjadikan suasana di dalam bus yang lega, tidak seperti bus umum yang tempat duduknya menghadap ke depan, dan sempit.
  2. Aman, karena di dalam bus terdapat petugas yang berjaga, kekhawatiran terhadap tindak kejahatan semakin menipis, meskipun masih mungkin.
  3. Murah, hanya dengan Rp. 3.500 (Tiga ribu limaratus rupiah) bisa keliling-keliling jakarta dengan nyaman.
  4. Bebas Macet, karena busway transjakarta memiliki jalur sendiri, seperti kereta api, sehingga kemacetan lalu lintas bisa dihindari. Permasalahan kemacetan lalu lintas di jakarta adalah sorotan tajam pemerintah daerah DKI, setidaknya kehadiran Busway Transjakarta cukup membantu.

Disamping sistem yang sudah bagus tersebut, Busway Transjakarta juga mempunyai beberapa kekurangan yang menurut saya harus dibenahi:

  1. Saat ini memang jumlah armada yang sedikit masih merupakan masalah utama yang berakibat menumpuknya jumlah penumpang di Halte-halte central seperti di Senen, Kampung Melayu, dan Harmoni. Penumpang harus rela mengantri berpuluh-puluh menit, terutama pada saat jam berangkat dan pulang kerja.
  2. Kedisiplinan penumpang dalam menggunakan bus juga masih kurang, masalah naik turun penumpang di halte sebenarnya juga sudah diatur, masuk di pintu depan dan turun dari pintu sebelah belakang. Di depan pintu Halte juga sudah tergambar Anak Panah yang menunjukkan dimana kita masuk, dan dimana kita keluar, tapi sepertinya hal ini kurang diperhatikan.
  3. Kedisiplinan pengguna kendaraan lain yang masih sangat-sangat kurang, dimana sering sekali sepeda motor, bahkan mobil-mobil mahal juga masih sering saya jumpai melintas lewat jalur busway, terutama yang tidak ada penjaganya. Apa tidak malu ??

Mobil sih keren, tapi koq lewatnya di Jalur Busway ? Dasar Ndeso !!
Ngerti aturan Nggak sih..??
Pasti bikin SIM nya nembak ya..??
Ke laut aja Pak..!!

Kita harus jujur mengakui, bangsa kita memang bangsa yang bandel terhadap aturan yang telah dibuatnya sendiri, nggak mau diatur, maunya seenake wudel e dewe (seenak puser sendiri)..

Saya paling jengah kalau ada mobil mahal bagus melintas di jalur busway, lebih-lebih itu mobil BER PLAT MERAH :anger , apapun alasannya tetap saja melanggar.

Kesimpulan
Busway Transjakarta adalah sarana angkutan umum yang efektif sebagai solusi kemacetan lalu lintas di jakarta, tentu dengan syarat semua pengguna jalan disiplin mengikuti aturan lalu lintas yang ada. Apapun usaha pemerintah mengatasi kemacetan di jakarta jika tidak dibarengi dengan kesadaran pengguna jalan dalam berlalu lintas ya percuma saja.

Saya hanya bisa berharap, semoga sarana trasnportasi umum dimasa mendatang akan semakin membaik terutama di jakarta , sebagai ibukota negara, dan masyarakat juga semakin bisa menyadari pentingnya penegakkan disiplin, terutama dalam berlalu-lintas. Sebenernya bangsa kita ini bangsa yang mampu dan kaya, hanya perilaku kita saja yang membuat bangsa ini semakin terpuruk.

Tulisan inipun hanya jadi omong kosong kalau kita tidak memulainya. Dari diri sendiri, mulai dengan hal yang kecil, dan mulai dari SEKARANG. :) *Aa Gym’s tips*

Related Article:

19 Responses to “Busway Transjakarta”

  1. kenz says:

    setuju banget pak, walaupun saya baru tiga kali naek busway.. tapi setidaknya saya merasakan sedikit kenyamanan dan ketertiban dibandingkan naek bis biasa di jakarta… sayangnya para pengguna masih semau sendiri, seharusnya orang keluar dari bis didahulukan, daripada yang masuk.. tapi kadang malah orang yang pengen masuk sudah mendesak masuk duluan… orang indonesia dari dulu juga susah diajari baek-baek.. maka-nya ga maju-maju bangsa ini, ada fasilitas bagus.. ga dirawat.. e malah dirusak kalo demo… payah! hehe.. belanja mlulu pak.. seneng deh liat barang-barangnya.. DLINK itu merk favorite saya dari jaman kenal jaringan… ;))

    mysyam: hehe..kebetulan lagi butuh barang ya belanja lah. Anyway saya terpaksa beli D-Link karena nyari Linksys tidak nemu :(

  2. zam says:

    wah.. pas awal-awal baca, aku bingung. apa hubungannya judul Busway sama cerita beli komponen jaringan..

    ternyata..

    eh, bedanya koridor sama jurusan apa? terus mosok sih, cuma bayar satu tiket, kita bisa jelajah kota jakarta sak modare?

    la penak tenan kalo gitu..

    mysyam: koridor ya sama dengan jalur, koridor V => ancol – kp.melayu, koridor VII => kp.melayu – kp.rambutan. Ya bisa keliling jakarta cuman sekali bayar, kan kalau pindah koridor gak bayar. Misal aku dari kampung rambutan mo ke ancol, naik koridor V trus nanti di kp.melayu pindah koridor VII ga perlu bayar lagi. Begitu seterusnya hehe.. asik kan :p

  3. [ew] says:

    Bebas Macet ? Ngga juga, coba dech sampeyan naek bus way dari kp. rambutan. Begitu lewat pasar kramat jati…. astaghfirulloh :P

    mysyam: Na ya itu, coba jalur busway benar-benar dipake buat bus Tije aja, ya ga bakalan macet

    mobil keren lewat jalur busway ya liat dulu yang bikin jalur buswaynya ndeso apa ngga… udah tau jalur sempit plus lingkungan pasar induk dimana truk-truk parkir di tepi jalan eh dipaksa dibikin jalur busway hasilnya ya kayak jalur kp. rambutan-uki itu :D

    mysyam: Saya pernah lihat mobil bagus ber plat merah lewat jalur busway dari Halte Cempaka Putih sampe Halte Galur, setahu saya daerah tsb bukan derah rawan macet, :-? hmm.. ya itu si tergantung moral sopir aja lah. Kalau dari Kp.Rambutan ke UKI saya sendiri blum pernah naik, jadi ya nggak begitu tahu kalo disitu macet :D, setidaknya msh lebih bagus lah dibanding Kopaja :p

  4. deep says:

    gak kangen naik kopata ato aspada kang??? :))

    mysyam: Wah kangen banget kang, pengen ni ke jogja lagih :D

  5. endonesiah kan gitu… peraturan dibikin kan untuk dilanggar.. :D

    ngomong ngomong soal busway… bai nde wey bas wey… bla bla bla..

    mysyam: bai de way, bus way, no way, jijaaay…deh bo.. :p

  6. iks says:

    aku blum pernah naek busway hahah…!

    oh kalo pindah koridor gak bayar lagi yah? kapan2 mau coba ahh :D

  7. hendito says:

    bro itu KVM Switch nyari dimana? email donk ke aku .. lage buat 4 server neh … hehehe

    mysyam: banyak koq hen, kemarin aku beli di Dusit Mangga dua, btw setelah aku beli nih KVM Switch, eh hari kemarin barang ini baru di review oleh ditikinet.com haha.. telaat..

    kenapa armada busway sedikit? kan 40 buah armada masih tertahan masalah izin …. padahal si sutiyoso mo lengser

  8. Anang says:

    surabaya belum ada busway

  9. escoret says:

    tp,bener kok bus wey pemecah kemacetan”sementara ini”..
    tapi,liat deh broo..di sisi2 jalan,bnyk bgt kemacetan yg awut2an…..belom di tambah taksi yg masuk jalur bus wey…hehehhe…
    sebab,aku pernah naik taksi..lewat jalur bus weyy..hehheheh

  10. Mufti says:

    Jogja rasanya susah deh diterapkan jalur busway. Soalnya jalannya sempit dan sudah terlalu sesak oleh kendaraan terutama sepeda motor.

  11. Leo says:

    Seharusnya ITC itu bayar Mas..soalnya logo ditampilin di sini

  12. puty says:

    yah, orang indonesia kan memang katro2 bukan?

    yang biasanya ngelanggar di jalur busway platnya TNI bow… :D

  13. mysyam says:

    test browser n OS :)

  14. mysyam says:

    test browser n OS again :)

  15. ShOFa says:

    huhuw klo dr kampus saya naik busway 2x transit n ongkos lebih mahal,,
    tp PW euy naik busway mah,,

  16. Ai says:

    wah.. pertama kali naik busway pas ke IBF (Islamic Book Fair) th ini.
    Iya..nyaman bgt..comfort deh. walaupun ngantrinya itu loh. ciri khas orang indo..sumpek euy. ^^v

    dan walaupun sedikit berharap dan menghayal. Andaikan transport di indo semuanya kayak busway. Kecuali delman, becak jangan di gantiin. hehe.

    o’iya..ada undangan spesial pake telor mas. Monggo maen ke rumah ai yg baru.
    ^^v

  17. rADHIoflyer says:

    busway sekarang udah kaya KRL JABOTABEK, penumpangnya udah bejubel, tinggal tungguin aja kali ye ada yang naek diatas atep busway…hehehehehe…..

  18. Dito says:

    sekarang udah ada waterway…dah cobaa hehe..

  19. Saya setuju..,
    Semoga yang punya mobil mengerti dan ngga ngiri sama yang pake busway. Ngga semua orang bisa beli mobil pribadi dan naik busway, jadi malu dong kalo kalian tetep aja ngringsek ke dalam jalur dan ikut bikin macet, itu namanya bikin susah orang banyak.
    Kalau mau bantu suksesin, ikutlah naik busway.
    Bumi ini udah makin ancur, BBM terus menipis. Hemat BBM dsb.
    Saya yakin kalo semakin banyak yang bergantung dengan busway, sarananya akan diupdate.

    Terus, ada lagi yang saya highlight, penumpang busway itu masih belum sadar sepenhnya, (masih pingsan kali asal nerjang antrean dan masuk dari samping. Itu bener-bener malu-maluin dan egois.

    Anyway, Pak, makasih petanya ya. Nice post.

Leave a Reply

apel

preload preload preload