Jul 09

Google Chrome OS is an open source, lightweight operating system that will initially be targeted at netbooks. Later this year we will open-source its code, and netbooks running Google Chrome OS will be available for consumers in the second half of 2010. Because we’re already talking to partners about the project, and we’ll soon be working with the open source community, we wanted to share our vision now so everyone understands what we are trying to achieve. (http://googleblog.blogspot.com).

Nampaknya netbook akan semakin populer ditahun-tahun mendatang. Sesuai dengan namanya netbook, adalah perangkat komputer jinjing yang fungsi utamanya digunakan untuk ngenet dan ngetik. Jika hanya untuk ngenet, nampaknya tidak diperlukan Operating System yang “berat”. Lebih-lebih sekarang telah ada word processor berbasis web seperti googledoc. Tak salah google hendak merils google chrome operating system, yang dalam benak saya sudah terbayang akan ke-simpel-annya, kemudahannya, dan kecepatannya seperti produk-proxuk google sekarang. Ah teknologi memang menyenangkan..

More Article about google chrome os, here.

11 Comments » Tagged with:
Jun 16

Secara default mozilla firefox 3.x telah menyediakan fasilitas download manager. Sehingga tanpa kita menginstall add on seperti flashgot, downthemall, dll pun tidak masalah. Default download manager firefox memiliki fitur pause and resume download, sehingga kita bisa menghentikan sejenak aktifitas download, lalu menutup firefox, dan mematikan komputer. Setelah menghidupkan kembali komputer, kita masih bisa meneruskan download yang terputus tadi.

Akan berbeda hasilnya apabila karena sesuatu hal download tiba-tiba terputus (failed), bisa karena koneksi yang tiba-tiba down, jaringan terputus, atau mati secara tiba-tiba yang tidak memungkinkan kita untuk menekan tombol pause pada download manager. Jika keadaannya demikian maka tombol resume firefox tidak akan berfungsi, mau tidak mau kita harus mendownload dari awal (start from scratch). Jika file yang kita download berukuran kecil memang tidak masalah, lain cerita bila kita sedang mendownload sebuah ISO file yang berukuran 2,5 GB (misal) dan kita baru mendapatkan 1,2 GB  terputus. Jika harus mendownload dari awal tentu akan membuang waktu dan juga quota bandwidth (bagi pengguna internet langganan limited)

Ada cara yang cukup mudah untuk meneruskan hasil download yang failed tadi, yaitu menggunakan WGET. WGET adalah free utility yang digunakan untuk mendownload file dari sebuah web yang secara default telah tersedia di linux. WGET merupakan non-interactive download, yang memungkinkan kita mendownload di background tanpa menharuskan kita login. Untuk me-resume download yang failed caranya cukup mudah. Secara default  firefox download manager akan membuat sebuah file berekstensi .part ketika proses download sedang berjalan. Nama file tersebut sama dengan nama  file yang sedang kita download, hanya belakangnya ditambahin ekstensi (.part). RENAME file .part tersebut menjadi aslinya (hilangkan ekstensi .part nya)

Contoh: eeebuntu-3.0-standar.iso.part rename menjadi eeebuntu-3.0-standar.iso

Setelah di rename, buka console (terminal), arahkan ke direktori dimana file yang kita download tersimpan. Gunakan opsi -c (continue downloading) untuk melanjutkan download

wget -c http://alamat_file.download/nama_file.iso

WGET akan meneruskan file yang kita download tadi (tanda plus + menunjukkan yang telah kita download). Bagi pengguna Sistem Operasi Windows, bisa juga menggunakan WGET. Download WGET for Windows ada disini.

Semoga bermanfaat.

2 Comments » Tagged with:
Sep 04

Tanggal 2 september kemarin google meluncurkan browser (perambah) terbarunya yang diberi nama Google Chrome. Sebuah browser open source yang berlisensi BSD licence. Project nya diberi nama chromium.

Komentar saya: it’s faster and lighter than others, with simple interface. Hanya saja baru tersedia untuk windows. Iam still waiting for deb version. Penjelasan teknis lengkapnya ada di googlebooks

Bisa di download di http://google.com/chrome/

note: image from google.com

20 Comments » Tagged with:
May 23

DISCLAIMER: karena masih adanya komentar yang masuk di postingan ini, perlu diketahui bahwasanya saya menulis ini pada TAHUN 2008 yang mana tulisan ini sudah tidak sesuai dengan keadaan SPEEDY saat ini (tahun 2010). harap tulisan ini tidak menjadi sandaran.

Berita menggembirakan bagi para pelanggan SPEEDY, bahwa akses kecepatan internet melalui jaringan Speedy yang PT Telkom naik dari maksimum 384 Kbps menjadi 1 Mbps untuk Downstream dan dari 64 Kbps menjadi 128 Kbps untuk Upstream nya, seperti yang diberitakan di kompas kemarin. Di portalnya sendiri, telkom mengaku kalau peningkatan bandwidt ini adalah dalam rangka memperingati hari kebangkitan nasional. Seperti yang ditulis di portal tersebut, peningkatan kecepatan ini baru dilakukan di sebagian lokasi di 59 kota dan akan terus diperluas hingga ke seluruh area cakupan layanan Speedy di lebih dari 220 kota di seluruh Indonesia. Untuk daftar lokasi yang sudah dapat menikmati Speedy 1Mbps bisa dilihat disini. Dan kenaikan ini baru bisa dirasakan untuk pelanggan Unlimited dan Professional saja.

Tampilan di modem (klik untuk memperbesar)

Gambar diatas (klik untuk memperbesar) adalah tampilan dari web interface modem adsl yang kami pergunakan. Terlihat kecepatan Downstream dan Upstream adalah 1024/128 Kbps.

Testing download speed dengan flashget

Gambar diatas (klik untuk memperbesar) adalah bukti bahwa kabar ini adalah “shahih”, dimana saya mencoba mendownload sebuah file ISO berukuran 800an MB dan saya mendapati kecepatannya adalah sampai dengan 75 KBps (Kilo Byte per second).

monitor grafik di firewall

Dan dari gambar diatas (klik untuk memperbesar), terlihat di traffic download saya hingga 113 KBps mulai dari pukul 8.30 pagi.

Kecepatan yang lumayan.. :D setidaknya jadi makin nyaman untuk merambah (browsing). Harapan kedepan adalah semoga PT Telkom terus meningkatkan bandwidtnya, semoga saja.. :)

20 Comments » Tagged with:
May 16

Koneksi internet dengan GPRS

Teknologi gigi biru atau lebih dikenal dengan Bluetooth sudah bukan merupakan barang mewah lagi. Kini berbagai macam perangkat elektronik semisal Laptop, telepon selular, headset, dll banyak yang telah melengkapi dirinya dengan bluetooth. Sehingga koneksi antar perangkat tsb menjadi mudah dan tidak diribetkan dengan kabel. Jika kita punya telepon selular yang mengusung teknologi ini, dan juga kita punya PC Desktop, serta tidak ketinggalan bluetooth adapter nya –yang kini harganya semakin murah– Atau bisa juga Laptop yang juga mengusung Bluetooth, kenapa tidak dimanfaatkan untuk NGENET dengan teknologi GPRS, 3G, ataupun HSDPA. Tinggal disesuaikan dengan Telepon Selular nya saja, tidak ada fasilitas HSDPA ataupun 3G ya pake saja GPRS nya.

Hal pertama yang wajib dilakukan adalah memastikan bahwa perangkat bluetooth adapter kita telah di deteksi oleh Windows. Jika menggunakan USB Bluetooth Adapter untuk PC Desktop kita, pastikan driver telah di install dan dapat mengenali telepon genggam kita yang akan kita jadikan sebagai modem. Jika menggunakan Laptop, pastikan bluetooth sudah di on kan, dan telah mendeteksi keberadaan telepon genggam. Untuk memastikan bahwa perangkat bluetooth kita telah dikenali oleh windows sebagai MODEM, masuklah ke menu device manager,bisa dengan cara klik menu RUN pada start menu lalu ketikkan “devmgmt.msc” (tanpa tanda petik) lalu tekan OK atau ENTER. Klik “Modems” dan pastikan terdapat modem DUN.

Device Manager
Gbr. Device manager (klik untuk memperbesar)

Jika sudah langkah selanjutnya adalah mensetting sedikit DUN modem kita, yaitu dengan menambahkan sedikit AT Command pada menu Extra Settings nya. Klik kanan pada pilihan “Bluetooth DUN modem” lalu pilih tab “Advance” dan pada kolom Extra Settings tuliskan perintah AT Command sbb:
AT+CGDCONT=1,”ip”,”nama_akses_point”
nama_akses_point diganti dengan nama akses point (Access Point Name = APN) dari provider yang bersangkutan, untuk indosat APN nya adalah “indosatgprs”, sehingga perintah AT Command nya adalah:
AT+CGDCONT=1,”ip”,”indosatgprs”
untuk provider lain, menyesuaikan.
Klik OK lalu tutup jendela “Device Manager”.

Extra Setting
Gbr. Extra settings (klik untuk memperbesar)

Setting pun selesai.

Selanjutnya tinggal membuat koneksi dial up, sama seperti ketika kita dial up menggunakan telkomnet instant. Dari control panel pilih network connections, lalu klik create new connection di menu sebelah kiri. Setelah muncul jendela New Connection Wizard klik next > Pilih Connect using dial-up modem > kosongkan ISP name > phone number diisi dengan *99***1# > masukkan username dan password sesuai dengan yang ditentukan oleh provider.

Dial Up
Gbr. Dial up (klik untuk memperbesar)

Catatan : Untuk indosat gprs gunakan indosat@durasi dan password: indosat@durasi untuk menggunakan mode durasi, tarifnya Rp. 110 per menit. Atau apabila menggunakan mode quota gunakan username: indosat dan password: indosat, tarifnya Rp.1 per Kilo Byte. Untuk provider lain menyesuaikan.

Catatan lain: Akhir-akhir ini layanan indosat meskipun murah baik suara maupun data cukup mengecewakan :(

8 Comments » Tagged with:
preload preload preload

Switch to our mobile site