May 28

Jika tiba-tiba menu Task Manager tidak bisa kita buka, muncul keterangan bahwa “Task Manager has beed disabled by your administrator ” seperti pop up dibawah ini:

taskmanagerpop

Kemudian ketika kita ingin meng-enable kan melalui registry editor ternyata REGEDIT nya tidak bisa dibuka dan muncul popup bertuliskan ”Registry editing has been disabled by your administrator” seperti popup dibawh ini:

disableregistrypopup

Selanjutnya ketika kita ingin melihat file yang tersembunyi (hidden files) dari menu folder options ternyata di disable juga, dan kita tidak pernah merasa mendisable menu-menu tersebut berarti berita buruk buat kita, besar kemungkinan yang melakukan itu adalah virus, worm, ataupun trojan. Bisa jadi penyakit (virus) tersebut masih ada, bisa jadi juga sudah tidak ada (tinggal bekas-bekas settingan yang ditinggalkan virus). Jika virus masih ada, langkah terbaik adalah men-scan-nya dengan antivirus terbaik yang anda punya, tentunya dengan update terkini. Jika ternyata virus sudah tidak ada, ya tinggal mengembalikan beberapa setting yang biasanya dirubah oleh virus.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengembalikan setting seperti semula, cara pertama adalah dengan cara mendelete DisableRegistryTools secara manual dari command prompt. caranya adalah sebagai berikut:

  • buka command prompt, start > run > ketik “cmd” (tanpa tanda kutip) > enter.
  • ketikkan di command prompt sbb:

reg delete HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System /v DisableRegistryTools

  • Kemudian akan muncul pertanyaan:

Delete the registry value DisableRegistryTools (Yes/No)?

  • Jawablah dengan mengetikkan: Yes

cmdregdele

  • Setelah itu bukalah registry Editor melalui menu run dengan mengetik: regedit lalu klik OK. Voilaa.. Regedit bisa terbuka.

Dengan terbukanya Registry Editor berarti telah membuka jalan menuju perubahan setting berikutnya. Selanjutnya tinggal meng-enable-kan task manager dari registry editor. Berikut ini caranya:

  • Buka Regedit
  • HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System
  • Pastikan nilai (value) untuk REG_DWORD DisableTaskMgr adalah 0 (zero).
  • Tutup Regedit.

Sedangkan untuk Show Hidden Files, settingnya ada di HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\
CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\Hidden\SHOWALL . Nilai untuk REG_DWORD CheckedValue adalah 1, nilai ini biasanya di ubah menjadi 2 atau 0 oleh virus.

Selain dari Registry Editor atau REGEDIT, bisa juga kita mengubah setting PC windows kita dari menu Group Policy Editor. Cara masuknya adalah dengan mengetikkan perintah gpedit.msc di run menu. Di dalam Group Policy Editor, terdapat 2 bagian menu, yaitu User Configuration dan Computer Configuration.

Untuk disable/enable Task Manager ada di menu User Configuration > Administrative Templates > System > Ctrl Alt del Options . Pilih setting “Remove Task Manager” dan ubahlah menjadi “disable” atau “not configured”.

removetaskmanager

Sedangkan untuk disable/enable regedit ada di menu User Configuration > Administrative Templates > System. Pilih setting “prevent access to registry editing tools”. Pilih disabled supaya kita bisa mengakses regedit.

preventaccessregedit

Demikian, semoga bermanfaaat.

23 Comments » Tagged with:
Jul 10

Virus (diambil dari computerport.com)

Virus adalah salah satu masalah yang dihadapi oleh admin jaringan yang menggunakan sistem operasi windows, baik untuk server ataupun klien-klien. Penyebaran virus yang begitu cepat di kalangan kantor-kantor akibat dari pertukaran data baik dari sharing folder ataupun melalui media seperti USB flash drive (flash disk), cukup meresahkan sang admin, dimana rekan-rekan nya mengeluh padanya akibat permasalahan virus ini. Berbagai langkah pun dilakukan oleh sang admin, bisa dengan menginstall antivirus di komputer rekannya itu, mengupdate antivirus yang terinstall di komputer rekannya itu, ataupun mencopot harddisk komputer (laptop) rekannya itu untuk ia scan di komputer lain yang sudah terinstall antivirus terupdate. Anti virus X hanya bisa mendetek, tapi tidak bisa melakukan cleaning, antivirus Y bisa mendeteksi virus, tapi data asli yang diubah menjadi virus dihapus (delete) olehnya, akibatnya datanya menjadi hilang. Jika data tersebut merupakan data yang penting, si rekan tidak terima karena datanya hilang, si admin tidak mau disalahkan juga, dan semua menjadi kesal. Permasalahan tersebut tidak seharusnya terjadi, apabila si admin menerapkan beberapa langkah sbb:

  • Jadikan satu komputer sebagai “Antivirus Update Server” , komputer ini terinstall antivirus yang selalu terupdate. Selain itu, komputer ini juga terinstall aplikasi Antivirus untuk server, semacam McAfee Pilot, ataupun AVG versi server. Komputer ini juga melayani penyebaran update ke klien-klien. Lebih mudah lagi, komputer ini adalah Domain Controller, sementara klien-klien nya telah join domain dengan komputer ini, sehingga tidak hanya update, bahkan instalasi antivirus dari server ke klien pun bisa dilakukan, tanpa disadari klien. Dari komputer ini juga bisa dimonitor mana klien yang belum dan yang sudah melakukan update.
  • Pastikan admin telah “menjamah” setiap komputer (ataupun laptop) baru yang masuk ke dalam jaringannya, baik komputer tersebut milik kantor, ataupun milik pribadi. Pastikan admin telah mengecek apakah terdapat antivirus atau tidak, terupdate ataupun tidak, dan yang paling penting adalah install antivirus yang sesuai dengan server kita, sehingga updatenya mudah.
  • Pastikan antivirus di klien menjalankan autoupdate. Sehebat apapun antivirus, jika tidak pernah di update ya sama saja bohong. Namun fasilitas autoupdate ini juga bisa menjadi bumerang bagi si admin karena koneksi internet yang melambat dan bandwidth habis karena semua klien mengupdate antivirus secara bersamaan. Supaya lalulintas internet tidak disibukkan dengan autoupdate antivirus klien, bisa dibuat supaya si klien mengambil update dari server lokal. Nah aplikasi seperti point pertama diatas adalah solusinya.
  • Jika tidak ada aplikasi antivirus versi server, dan terpaksa masing-masing klien harus update langsung melalui internet, maka yang perlu diperhatikan adalah waktu updatenya. Pilihlah waktu ketika koneksi sedang idle, seperti ketika pagi hari, jam 9 sampai jam 10 mungkin masih idle jika dibandingkan dengan jam selanjutnya.

Pada intinya semua tergantung dari admin jaringan, apakah dia bisa memberikan trust ke rekan-rekan kantornya atau tidak. Percayalah, rekan-rekan kantor hanya tahu memakai saja, tanpa mau tahu permasalahan yang sifatnya teknis, kecuali beberapa gelintir orang. Yang mereka inginkan adalah komputer (laptop) nya tidak lelet, koneksi internet cepat, dan bebas virus. Jika rekan-rekan telah percaya pada si admin, mereka akan mendengar apa yang admin ucapkan :).

*gambar ilustrasi diambil dari computerport.us

22 Comments » Tagged with:
preload preload preload