Biasanya saya selalu kesulitan jika melihat tampilan menu “option” pada google chrome. Layar 1024 x 600 pixel saya terlalu kecil untuk menampilan secara utuh tampilan option. Task bar windows 7 yang lebar (bisa sih dibuat kecil ukurannya) membuat tampilan menu “option” google chrome makin tidak terlihat jelas. Saya kurang menyukai pilihan setting auto hide taskbar (yang dengan ini bisa memaksimalkan tampilan window program), alasannya: saya kurang nyaman ketika ingin melihat jam di pojok kanan bawah, maka saya harus menggerakkan pointer ke bawah (untuk memunculkan taskbar), yang pada waktu itu jemari saya sedang menari diatas keyboard. Meski hal tersebut sepele, bagi saya tetap kurang nyaman, well saya jarang menggunakan mouse, touchpad bagi saya sudah cukup. Rupanya desainer google chrome mengerti permasalahan ini, hingga akhirnya mereka mengganti desain tampilan menu “option” menjadi lebih nyaman dan interaktif. Dari dulu saya menyukai desain produk-produk google yang simple tapi powerfull.
T
wenty things i learned about browsers and the web (20thingsilearned.com), merupakan sebuah guidebook yang diterbitkan oleh Google. Buku online ini berisi tentang pengetahuan dasar mengenai teknologi web dan internet, khususnya tentang bagaimana cara kerja dari browser dan jugaweb. Christoph Niemann [1] adalah illustrator
guidebook ini. Buku online ini ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga pengguna internet biasa (awam) pun dapat dengan mudah mencerna isi dari buku ini. Disamping bahasa yang mudah dicerna, juga terdapat ilustrasi (gambar) yang merupakan analogi dari topik yang sedang dibahas, sehingga pembaca semakin mudah dalam memahami isinya.
Yang juga menarik selain dari content-nya adalah tampilan (design) yang sangat interaktif untuk sebuah online book. Tidak heran, buku online ini dibangun dengan perpaduan dari HTML5, JavaScript, dan CSS3, great
. Berikut pembahasannya: Continue reading »
Bagi yang memiliki google mail (GMAIL) kini ada cara mudah untuk membaca email dengan cara offline, selain dengan email client (thunderbird, outlook, dll) tentunya. Bahkan menurut hemat saya, offline gmail ini lebih nyaman dibandingkan dengan menggunakan email client. Dengan offline gmail ini serasa membaca secara online, karena yang kita gunakan adalah browser. Fasilitas ini “lulus” dari lab nya google kurang lebih bulan desember tahun lalu setelah selama setahun google me-launch di labnya.
Selain membaca secara offline, kita pun dapat menulis email secara offline pula, yang ketika kita klik tombol send maka akan tersimpan di outbox. Ketika kita online, gmail akan melakukan sinkronisasi layaknya email client, yang akan mendownload pesan baru dan juga mengirim pesan yang ada di outbox kita.
Berikut adalah cara mengaktifkan offline gmail:
- Klik “settings” pada pojok kanan atas gmail
- Klik tab “offline”
- Pilih “enable offline mail for this computer”
- Terdapat pilihan untuk kita, akan mendownload email berapa bulan sebelumnya (jadi tidak semuanya, lebih meringankan).
- Klik “save changes” kemudian ikuti instruksi selanjutnya
Kemudian google akan meminta kita untuk menginstall addon google gears
Setelah selesai, restart firefox (bagi pengguna firefox). Ketika masuk ke halaman gmail, di pojok kanan akan muncul keterangan mengenai status sinkronisasi. Kemudian ketika offline, kita bisa mengakses offline gmail melalui shortcut bergambar logo GMAIL yang ada di desktop kita.
Fasilitas ini sangat bermanfaat bagi yang tidak memiliki koneksi internet 24jam, atau bagi yang punya koneksi internet time based, atau bagi yang mengikuti banyak milis dan tidak ada waktu membaca secara online di kantor (sehingga bisa dibaca di rumah ketika offline), dll.
And.. welcome to google cloud ![]()
Google Chrome OS is an open source, lightweight operating system that will initially be targeted at netbooks. Later this year we will open-source its code, and netbooks running Google Chrome OS will be available for consumers in the second half of 2010. Because we’re already talking to partners about the project, and we’ll soon be working with the open source community, we wanted to share our vision now so everyone understands what we are trying to achieve. (http://googleblog.blogspot.com).
Nampaknya netbook akan semakin populer ditahun-tahun mendatang. Sesuai dengan namanya netbook, adalah perangkat komputer jinjing yang fungsi utamanya digunakan untuk ngenet dan ngetik. Jika hanya untuk ngenet, nampaknya tidak diperlukan Operating System yang “berat”. Lebih-lebih sekarang telah ada word processor berbasis web seperti googledoc. Tak salah google hendak merils google chrome operating system, yang dalam benak saya sudah terbayang akan ke-simpel-annya, kemudahannya, dan kecepatannya seperti produk-proxuk google sekarang. Ah teknologi memang menyenangkan..
More Article about google chrome os, here.
Tanggal 2 september kemarin google meluncurkan browser (perambah) terbarunya yang diberi nama Google Chrome. Sebuah browser open source yang berlisensi BSD licence. Project nya diberi nama chromium.
Komentar saya: it’s faster and lighter than others, with simple interface. Hanya saja baru tersedia untuk windows. Iam still waiting for deb version. Penjelasan teknis lengkapnya ada di googlebooks
Bisa di download di http://google.com/chrome/
note: image from google.com

Recent Comment